Showing posts with label Taman. Show all posts
Showing posts with label Taman. Show all posts

Wednesday, February 4, 2009

Taman Mungil yang Cantik

PENYUKA tanaman, tetapi bingung dengan terbatasnya lahan. Tenang, tidak hanya Anda. Masih banyak orang lain yang merasakannya. Khususnya di kota besar.

Dahulu, tanaman berkembang di lahan yang luas dengan beragam jenisnya. Mulai dari jenis buah-buahan, bunga-bungaan, sampai tanaman obat. Semua berkumpul menjadi kebun yang asri.

Supaya cita-cita Anda tetap terwujud, lupakan konsep tanaman di kebun. Alihkan perhatian ke taman mungil. Meski jenis tanaman tidak sejamak di kebun, tetapi tetap terakomodasi.

Pada lahan terbatas, Anda sudah dapat memiliki taman. Dengan bentuk sederhana, budget yang dianggarkan semakin kecil. Perawatannya pun lebih mudah. Anda bisa melakukannya sendiri, tidak perlu asisten rumah tangga seperti tukang kebun.

Perawatan mandiri tak lantas asal. Perlu siasat jitu agar taman mungil tetap asri. Awal perencanaan, perhatikan komposisi taman, jangan sampai berlebihan. Untuk itu, pembatasan jenis tanaman dipandang perlu.

Pemilihan jenis tanaman juga tidak lepas dari karakteristiknya. Sebaiknya, pilih tanaman yang "kuat" di segala kondisi, panas ataupun hujan. Dia tetap hidup meskipun tidak disiram setiap hari. Dengan begitu memudahkan Anda dalam perawatan.

Thursday, June 12, 2008

Bila Pria Lajang Menyukai Taman

Jamaknya, orang lebih memilih ruangan daripada halaman. Maksudnya, kalau membangun rumah, diupayakan rumah dibangun sebesar mungkin, sehingga didapat ruangan sebanyak mungkin, dan halaman disisakan sesedikit mungkin. Ini biasanya berlaku bagi orang yang memiliki rumah kecil. Bahkan mungkin, kalau tidak ada peraturan GSB (garis sempadan bangunan), rumah akan dibangun sepenuhan lahan yang ada.

Tapi tidak begitu dengan Yudiana (32). Laki-laki yang yang masih melajang ini justru rela “mengecilkan” bangunan demi mendapatkan halaman yang luas. Halaman depan dan halaman belakang dibiarkan tetap luas. Lalu diapakan halaman ini?

Taman Depan
Halaman ini oleh Yudi dijadikan media untuk mencurahkan hobinya akan tanaman. Sekalipun tidak terlalu luas, penataan yang rapi membuat taman ini tampak molek dan asri. Ini memberikan nilai tambah bagi rumah mungil ini, sehingga ia terlihat berbeda dari rumah-rumah sebelahnya.

Di halaman depan, tanahnya dilapisi rumput peking dan ada lebih dari 10 macam tanaman, kebanyakan tanaman hias daun berukuran kecil-kecil. Ada lidah mertua, jengger ayam, ekor tupai, dan beberapa jenis bayem-bayeman. Sebagai “monumen”-nya digunakan palm botol dan cemara udang. Tanaman yang tinggi diletakkan di tengah, sementara tanaman yang lebih rendah dibuat mengelilingi bagian tepi taman. Sebuah lampu sorot diletakkan di tengah taman, menembak ke arah bangunan rumah. Cuma sayang, karena kami memotret pada siang hari, efek lampu sorot ini tidak terlihat.

Berbeda dengan taman depan, taman belakang tidak dilapisi rumput, melainkan diberi perkerasan batu kecil-kecil.

Menyiasati Ruang
Karena taman di bagian depan dan belakang cukup luas, bangunan terpaksa mengalah. Kemudian pertanyaannya, bagaimana menyiasati pembagian ruang di rumah mungil ini, agar tetap nyaman. Inilah ruang-ruang yang tersedia.

Pertama, terasnya dibuat kecil saja, tanpa ada benda apapun yang diletakkan di sana. Sekalipun kecil, teras ini dimanfaatkan oleh Yudi untuk menempatkan aksen rumah. Kolom teras ini dilapisi batu kali yang dipasang dengan cara nat-dalam (nat tidak terlihat dari luar), dan diberi coating yang memberi warna lebih gelap. Kolom batu ini memberi sentuhan natural pada rumah ini.

Kedua, ruang tamu diletakkan menerus dengan ruang keluarga. Tapi sekalipun dua ruang ini menerus, peletakan perangkat sofa dan rak TV membuat batas ruang keluarga terlihat jelas, tanpa perlu adanya penyekat.

Ketiga, dapur diletakkan di sebelah ruang tamu, tapi dengan penyekat berupa dinding setinggi kira-kira 80 cm—90 cm. Pemisah ini berguna untuk menyembunyikan benda-benda dapur yang kadang-kadang tidak indah dipandang. Tapi karena tingginya tidak sampai 1 meter, pandangan dari ruang tamu ke dapur tidak terhalang.

Keempat, kamar tidur utama diletakkan di depan, bersebelahan dengan ruang tamu. Kamar tidur ini, menurut Yudi, dibuat dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan. Jadi sebelum membuat denah, Yudi sudah menghitung barang apa saja yang nantinya akan diletakkan di kamar ini, dan berapa ukuran barang-barang tersebut. Perencanaan yang sangat cerdas!

Kelima, ruang makan ditiadakan. Mengingat ukuran rumah ini cukup mungil, dan hanya ditinggali oleh satu orang, Yudi memilih untuk “membuang” ruang makan. Makan sehari-hari bisa dilakukan di sofa di depan TV. Dengan demikian rumah ini jadi tidak terlalu sempit. Nantinya, bila dibutuhkan, ruang makan bisa diletakkan di halaman belakang. Mungkin sebuah pintu kaca lipat bisa membuat ruang makan ini seolah-olah menyatu dengan bagian dalam rumah.

Monday, May 12, 2008

Memanfaatkan Sisa Lahan Belakang untuk Teras

Mempunyai sisa lahan di belakang rumah merupakan hal yang sangat diidam-idamkan oleh setiap orang. Umumnya, mereka tidak mempunyai lahan belakang karena sudah dihabiskan untuk dijadikan ruangan tambahan.

Bagi Anda yang memiliki lahan sisa di belakang, usahakan jangan dibiarkan begitu saja. Anda bisa membuat teras belakang dengan memanfaatkan lahan sisa ini. Berdasarkan penempatannya, teras di belakang rumah ini merupakan ruang yang fungsinya hampir sama dengan ruang keluarga.

Penutup Atap Struktur Kantilever
Agar terkesan ringan, penutup atap teras ini menggunakan struktur kantilever. Kelebihan struktur ini adalah tidak membutuhkan tempat yang luas untuk tumpuan strukturnya karena tumpuan kantilever hanya pada satu sisi.

Ada dua perkuatan yang digunakan untuk tumpuan stukturnya. Satu berada pada rangka atap yang dibaut ke dinding, dan kedua berada pada kekuatan tali baja yang dikaitkan dengan rangka atap dan dinding.

Tali baja sebaiknya disangkutkan pada rangka atap dengan jarak lebih dari setengah bentangan rangka dan kalau bisa sampai ujung rangka. Jarak yang jauh ini bertujuan agar atap tidak mudah melengkung ke bawah.

Karena bagian belakang rumah ini menghadap ke barat maka perlu diperhatikan juga besar penampang penutup atapnya sehingga ketika sore hari sinar matahari masih terhalang oleh penutup atapnya.

Pemilihan Material
Hendaknya pemilihan material untuk elemen dinding, lantai, atau penutup atapnya dipehatikan agar ketika berada di dalamnya Anda merasa nyaman. Sebaiknya material lantai dipilih yang tidak licin. Hal ini mengingat teras berada di luar ruangan sehingga rentan terkena air.

Demikian juga dengan material penutup atapnya. Agar terkesan tidak gelap, Anda bisa menggunakan material atap transparan seperti polikarbonat.

Gebyok untuk Penutup Dinding

Gebyok adalah bagian dari rumah adat khas Kudus. Wujudnya berupa dinding knock down plus sepasang daun pintu. Sejatinya, dinding ini dibuat knock down untuk memudahkan pemilik rumah saat mengadakan hajatan. Jaman dahulu, ketika penggunaan gedung pertemuan belum begitu umum, masyarakat lazim mengadakan hajatan di rumah, sehingga mereka butuh ruangan yang lega untuk menampung tamu-tamu yang datang. Dinding yang bisa dibongkar pasang akan memudahkan pemilik rumah untuk menyediakan ruangan yang luas.

Pada taman ini, gebyok digunakan sebagai penutup dinding taman belakang. Hasilnya, taman terkesan lebih luas karena pemakaian gebyok menciptakan ilusi adanya ruangan di balik pintu. Warna-warni cat pada gebyok juga menambah semarak taman yang didominasi oleh hijaunya tanaman hias daun.

Ukiran yang menghiasi gebyok ini termasuk ke dalam langgam ukir Jawa Timuran. Detil ukirannya tidak serumit ukiran dari Solo atau Jepara. Pemilihan cat duco sebagai bahan pewarnaan memudahkan perawatan, karena relatif lebih tahan cuaca dan terik matahari dibandingkan lapisan melamik atau pelitur.

Wednesday, March 12, 2008

Basmi Ulat Bulu? Nggak Susah Kok

Ulat bulu memang mendatangkan banyak masalah. Apalagi kalau ia bergelantungan di pohon yang kita sayangi. Seorang penjual tanaman memberikan cara jitu untuk mengusir ulat-ulat bulu tersebut.

Caranya sangat sederhana dan murah. Semprotkan campuran sabun deterjen dan air ke tempat ulat-ulat itu bergelantungan. Ulat tersebut akan menjadi kaku dan selanjutnya akan berjatuhan ke tanah.

Tuesday, February 12, 2008

Membuat Daun Tampil Mengilap

Daun tanaman, terutama yang ukurannya lebar, mudah sekali kusam dan berdebu sekalipun ditaruh di dalam ruangan. Untuk mengatasinya, campurkan air dengan baby oil secukupnya. Masukkan ke dalam botol penyemprot, kemudian semprotlah daun setiap hari. Hasilnya, daun akan tampak lebih mengilap

Saturday, January 12, 2008

Balsem Vs Semut

Punya pohon buah-buahan? Sebal kan kalau pohon tengah berbuah tapi dikerumuni semut merah alias semut rangrang? Sering kita mengurungkan niat untuk sekadar menikmati ritual memanjat dan memetik buah langsung dari pohon karena takut tersengat semut rangrang.

Tapi Anda boleh coba cara ini. Olesi bagian bawah dan tengah batang pohon dengan balsem merek apa saja. Pilih balsem yang berbau sangat tajam. Dijamin, semut merah segera kabur dari pohon Anda.

Kapur Sirih Pembasmi Hama

Daun pohon rambutan, mangga, atau tanaman hias sering dihinggapi hama putih yang mengganggu kesuburan. Hilangkanlah dengan larutan kapur sirih. Caranya, siapkan satu gayung air yang dicampur dengan kapur sirih kira-kira satu genggam tangan. Aduk hingga rata, lalu siram atau semprotkan pada daun yang terkena hama. Lakukan setiap pagi. Hasilnya, hama hilang, daun tanaman Anda pun kembali hijau dan berbuah segar.

Kulit Bawang Bikin Subur dan Berbunga

Anda ingin tanaman di halaman rumah Anda subur dan berbunga? Mudah sekali caranya. Kumpulkan sisa kupasan kulit bawang merah atau putih dan rendam dalam air secukupnya selama satu malam. Esok harinya, siramkan air tersebut tanpa membuang kulit bawang ke tanaman. Lakukan terus secara rutin. Anda bisa melihat hasilnya.