Showing posts with label Apartemen. Show all posts
Showing posts with label Apartemen. Show all posts

Monday, July 14, 2008

Cermin Untuk Memperluas Ruang

"Sana sini mentok". Istilah itu sangat tepat untuk menggambarkan sebuah apartemen, yang umumnya memiliki area terbatas. Ditambah dengan ketiadaan halaman, ruang dalam apartemen seolah-olah terasa lebih “menekan”. Karena itu, interior sebuah apartemen harus dirancang agar terlihat lebih luas, dan tentunya lebih nyaman.

Cermin Sebagai Dinding
Cara yang banyak dilakukan desainer interior untuk memperluas ruang adalah dengan menggunakan cermin. Ilusi yang tampak di cermin bisa membuat ruang tampak 2 kali lebih besar. Batas pandangan yang tadinya terbentur tembok, seakan-akan diperluas ke dalam cermin.

Cara inilah yang diterapkan pada apartemen mungil ini. Secara ekstrim, di sini cermin dipasang “penuh” pada dinding yang berbatasan dengan ruang tidur. Dinding antara pintu kamar anak dengan ruang tidur utama pun tak luput dari cermin.

Memasang cermin berukuran raksasa memang cukup efektif. Namun yang jadi masalah adalah keterbatasan ukuran cermin yang ada di pasaran. Anda memang bisa memesan cermin berukuran sangat besar, tapi pastinya harganya menjadi sangat mahal. Belum lagi kesulitan saat memasukkan cermin ke dalam rumah dan memasangnya. Bayangkan pula bila pecah, Anda harus mengganti seluruhnya. Agar lebih praktis, di sini digunakan cermin dalam bentuk panel-panel berukuran 130 cm x 80 cm, yang “disatukan” dengan penyangga dari aluminium (ada namanya???).

Karena dinding dipenuhi cermin, peralatan listrik seperti stop kontak dan sakelar sebaiknya telah ditentukan posisinya sebelum cermin dipasang. Pertama-tama, cermin dilubangi seukuran stop kontak atau sakelar, kemudian dipasang di dinding. Baru setelah itu rumah sakelar dipasang.

Selain memperluas pandangan, penggunaan cermin di seluruh dinding ternyata bisa mengurangi biaya pengecatan. Dinding tak perlu dicat, bahkan tak perlu diaci lagi. Selain itu, kalau kotor gampang membersihkannya.

Sunday, July 13, 2008

Ayo Berkreasi dengan Furnitur Bongkar Pasang

Membeli furnitur siap pakai sering kali bermasalah dengan bentuk dan ukurannya. Desainnya sudah sesuai selera, ternyata ukurannya tidak pas dengan ruangan. Atau sebaliknya, ukuran pas, tetapi desainnya tidak sesuai keinginan. Dengan furnitur "bongkar pasang" semua masalah tersebut bisa diatasi.

Furnitur terdiri dari beberapa komponen, seperti tiang besi (metal frame) dan besi silang (cross stretcher) yang berfungsi sebagai rangka. Dilengkapi dengan lemari (wardrobe), laci, kotak kayu, dan meja televisi. Seluruhnya terbuat dari kayu partikel dengan finishing melamik. Selain itu masih ada pelengkap tambahan, yaitu pintu kabinet. Ada dua pilihan pintu, yang berbahan kayu partikel atau yang berbahan kaca (tempered glass).

Setiap rangka dan badan kayu memiliki ukuran besar dan tinggi yang berbeda. Bagian-bagian tersebut dapat dibangun sesuai kebutuhan dan keinginan pemakai. Sifatnya semi customize sehingga bentuk dan ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran ruangan. Furnitur ini juga cocok dipadu dengan berbagai gaya atau desain ruangan karena bentuk dan warnanya sederhana.

Memasang dan melepaskan bagian-bagiannya tidak sulit. Setiap lemari, meja, kotak kayu, atau laci, dilengkapi pengait di bagian samping. Pengait tersebut berfungsi menyatukan antara badan kayu dan rangka. Jika ingin melepaskannya tinggal melepas pengaitnya. Strukturnya pun ringan sehingga mudah dipindahkan.

Sayang, furnitur ini tidak mampu menahan beban terlalu berat karena memang hanya didesain sebagai rak buku, rak pajangan, lemari pakaian, atau kabinet televisi.

Saturday, July 12, 2008

Rahasia Menata Karpet

Menata karpet memang mudah, tetapi ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan agar lebih menarik dan tepat sasaran.

1. Tema dan ukuran. Ini sangat penting diperhatikan. Tema ruang berkaitan dengan pilihan bentuk, warna, dan motif karpet. Misalnya, jika Anda menginginkan penataan bergaya klasik, sebaiknya pilih karpet bertema klasik.

2. Ukuran dan fungsi ruang. Ukuran ruang berpengaruh terhadap ukuran karpet. Perbandingan ukuran yang terlalu jauh --ruang terlalu besar-karpet terlalu kecil, atau sebaliknya-- dapat memberi kesan njomplang alias tak seimbang.

Jadi, seandainya Anda memiliki ruang keluarga berukuran 4mx5m, Anda dapat menggunakan karpet dengan ukuran 160cmx240cm. Jika ukuran ruang lebih kecil, gunakan karpet ukuran 140cmx200cm. Fungsi karpet tak boleh dilupakan. Untuk menutup keseluruhan lantai, pilih karpet polos atau karpet yang memiliki sedikit motif. Jika karpet diharapkan menjadi aksen, pilih karpet yang sesuai fungsi ruang. Karpet pada ruang tidur, misalnya, biasanya karpet ditempatkan di sisi ranjang. Pilih yang berukuran 80cmx150cm.

3. Furnitur. Pengisi ruang ini memiliki ukuran dan warna, yang berpengaruh terhadap ukuran dan warna karpet. Misalnya, untuk ruang keluarga dengan sofa tiga dudukan, gunakan karpet dengan ukuran 170cmx230cm. Untuk ukuran furnitur lebih kecil, pilih yang berukuran 120cmx170cm. Soal warna, pilih yang selaras dengan warna furitur atau sengaja "ditrabrakkan" untuk memberi kesan kontras. Jadi, pilihan warna yang tepat tergantung dari konsep penataan ruang.

Friday, July 11, 2008

Apartemen 58 Lantai di Jantung Kota Jakarta, Berminat?

Kempinski Private Residences Jakarta-Indonesia merupakan apartemen mewah pertama dari grup Kempinski di Asia Tenggara. Lokasinya di jantung Ibu Kota dan view-nya langsung ke Bundaran Hotel Indonesia.

General Manager Hotel Indonesia Kempinski Gerhard E Mitrovits kepada pers, Rabu (18/6), bangga telah memilih Jakarta sebagai lokasi pertama Kempinski Private Residence di Asia Tenggara. Apertemen mewah ini termasuk dalam pengelolaannya, selain Hotel Indonesia Kempinski, Grand Ballroom, dan 10 Food and Beverage.

"Jakarta merupakan kota internasional yang kompetitif. Saya yakin akan makin banyak kalangan jetset kelas dunia yang menghargai standar tertinggi gaya hidup terbaik di Kempinski Private Residences, yang memanfaatkan salah satu service apartment kami untuk masa tinggal jangka panjang," kata Gerhard E Mitrovits.

Director Public Relations Hotel Indonesia Kempinski Hanny Wahyuni menambahkan, apartemen ini didesain sesuai gaya hidup dinamis dan modern Kota Jakarta dengan konsep ruang gerak yang luas. Desain apartemen ini terinspirasi oleh seni dan gaya kontemporer Indonesia, yang menggunakan perabotan mewah dan dilengkapi teknologi tinggi. Setiap detail dan aspek hunian privat di apartemen ini menggunakan kualitas terbaik.

Berlantai 58

Kempinski Private Residences ini berlantai 58, memiliki unit hunian dalam tiga ukuran, yaitu Penthouse seluas 690 m2-750 m2, unit 3 kamar tidur seluas 261 m2 dan unit 2 kamar tidur seluas 162 m2. Di apartemen ini seluruhnya terdapat 260 unit residence dan tiga unit penthouse.

Manager Kempinski Private Residences Nyoman Punia mengatakan, 140 unit sudah terjual dan dibeli warga negara Indonesia dan warga negara asing. Fasilitas apartemen mewah ini adalah kolam renang di atas atap yang dikelilingi kebun tanaman, spa mewah kelas dunia yang dilengkapi ruang pribadi dan ruang pasangan dengan pijat aromaterapi dan pijat batu panas, fitness center dengan pemandangan kota tanpa batas, tiga ruang meeting dan satu business center, koneksi internet berkecepatan tinggi termasuk akses wifi di lobi, sky lobby bar, lift pribadi, layanan concierge, laundry, dry cleaning, layanan kamar 24 jam, dan kesehatan.

Thursday, July 10, 2008

Cara Mudah Bersihkan Karpet

Bulu-bulu karpet dapat menjadi tempat persembunyian debu dan kutu. Agar itu tak terjadi, rajin-rajinlah membersihkan karpet.

Minimal lakukan perawatan ringan seminggu sekali. Jika lingkungan banyak debu, maka pembersihan dilakukan minimal seminggu dua kali. Perawatan berat dapat dilakukan enam bulan sekali.

Perawatan ringan:
- Bersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Isap debu pada seluruh permukaan dan dasar karpet.
- Untuk membantu mengeluarkan debu yang tersembunyi, sambil menyedot debu, pukul-pukul permukaan karpet dengan sapu lidi.
- Jika ada noda kotoran atau makanan menempel, bersihkan menggunakan sabun/deterjen dan spons lembap. Setelah itu keringkan.

Perawatan berat:
- Angkat karpet dan gantung di tempat jemuran. Pukul-pukul karpet dengan sapu lidi untuk merontokkan debu. Lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Angkat karpet dan lakukan proses pengeringan (dry clean). Gunakan sabun khusus karpet, kemudian sikat seluruh permukaan karpet hingga kotoran di dasar terangkat ke permukaan.
- Tunggu atau jemur hingga kering. Setelah itu, lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Jemur lagi karpet sebelum menyimpan atau menatanya kembali.

Thursday, June 12, 2008

Banyak WNI Miliki Apartemen di Singapura

Sebagian pembeli apartemen di Singapura berasal dari Indonesia. Mereka umumnya mengambil lokasi di Orchard Road. Investasi itu dianggap prospektif karena nilai properti di Singapura terus meningkat setiap tahun.
Deputy General Manager Property Sales Far East Organization Eindrata Tanukusuma, Kamis (5/6) di Bandung, mengatakan, mereka telah menjual 2.800 unit properti selama 2007. Sekitar 90 persen di antaranya berupa
apartemen.

Warga Indonesia membeli 500 unit, disusul Malaysia dengan 475 unit. Selain di Orchard Road, lokasi lain yang diminati adalah Marina Bay New Downtown dan Bukit Timah. Nilai properti di lokasi tersebut tergolong mahal.
Mereka yang dianggap berpotensi menjadi pembeli apartemen di Singapura adalah pekerja dengan pendapatan di atas Rp 40 juta per bulan.

"Konsumen Indonesia punya kebiasaan memilih tempat terbaik," kata Eindrata. Sales and Marketing Manager Indonesia Representative Office Far East Organization Susanna Susanto mengatakan, pasar utama apartemen di
Singapura adalah masyarakat Jakarta, disusul Surabaya, dan Medan. Kota lain yang potensial adalah Bandung.
Beberapa faktor menjadi pertimbangan memiliki apartemen di Singapura, antara lain suku bunga kredit pemilikan rumah hanya 2,5 persen per tahun, penerapan regulasi relatif stabil, dan jarak yang cukup dekat dari Tanah Air.

Saat ini banyak warga Bandung menyekolahkan anaknya di Singapura. Mereka beranggapan mencicil lebih menguntungkan daripada menyewa apartemen. "Bandung potensial sebagai pasar. Banyak permintaan informasi
tentang properti di Singapura," katanya.

Wednesday, March 12, 2008

Ke Mana Mengalirnya Uang-Uang Itu?

Pertanyaan yang selalu menggelitik di benak banyak orang adalah berapa banyakkah jumlah orang superkaya di Indonesia? Pertanyaan itu wajar-wajar saja mengingat apartemen mewah dan mobil mewah yang harganya selangit selalu saja ada orang yang mengantre untuk membelinya.

Apartemen mewah di pusat kota yang dijual dengan harga miliaran rupiah sudah habis dipesan. Demikian juga mobil-mobil mewah yang dijual dengan harga di atas Rp 1 miliar, selalu saja ada pembelinya. Hal itu tidak mengherankan. Laporan kekayaan yang dikeluarkan Merrill Lynch & Co serta perusahaan konsultan Capgemini Lorenz pada tahun 2007 menyebutkan bahwa sepertiga orang kaya dunia bermukim di Asia Pasifik (tidak termasuk Amerika Serikat).

Bukan itu saja, laporan tersebut bahkan membagi orangorang kaya di Asia Pasifik itu ke dalam tiga golongan. Golongan pertama adalah orang-orang yang superkaya yang memiliki kekayaan di atas 30 juta dollar AS (sekitar Rp 270 miliar) yang jumlahnya mencapai 17.500 orang.

Golongan kedua adalah orang-orang kaya menengah yang memiliki kekayaan 5 juta-30 juta dollar AS (sekitar Rp 45 miliar-Rp 270 miliar) yang jumlahnya mencapai 212.400 orang. Golongan ketiga adalah orang-orang kaya biasa yang kekayaannya 1 juta-5 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar-Rp 45 miliar) yang jumlahnya mencapai 2.345.300 orang.

Sekitar 20.000 orang
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah orang kaya Indonesia diperkirakan ada sekitar 20.000 orang, atau 0,01 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 200 juta orang. Tidak diketahui apakah perkiraan Merrill Lynch & Co serta perusahaan konsultan Capgemini Lorenz tentang jumlah orang kaya Indonesia itu benar atau tidak.

Jangan-jangan jumlah 20.000 orang itu bukan jumlah orang kaya Indonesia, melainkan jumlah orang superkaya Indonesia. Atau, dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa orang kaya Indonesia jumlahnya jauh lebih besar daripada itu.

Pertimbangannya adalah jumlah rumah dan apartemen mewah di Jakarta yang sudah dipesan habis jumlahnya sangat banyak. Belum lagi di kota-kota besar lain. Jika melihat data penjualan mobil pada tahun 2007 yang dikeluarkan
Gaikindo, terlihat bahwa nilai penjualan mobil di atas Rp 1 miliar cukup signifikan, yakni lebih dari 500 unit dengan total nilai di atas Rp 750 triliun. Itu belum memperhitungkan jumlah mobil yang harganya Rp 750 juta ke atas, yang tentunya jumlahnya lebih banyak lagi. Sebagai orang kaya, mereka memang mempunyai cukup banyak uang untuk dibelanjakan, termasuk untuk mendukung gaya hidup mereka.

Properti dan mobil mewah
Yang menarik adalah mengikuti ke mana saja uang mereka mengalir. Yang pertama tentunyasektor properti, yakni perumahan atau apartemen mewah.

Bagi yang superkaya, mereka juga memiliki pesawat terbang pribadi untuk menjamin privasi dan kelancaran kerja mereka. Dan, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta yang semakin lama semakin tak tertahankan lagi, mereka membeli pesawat helikopter, atau minimal menyewanya.

Selebihnya adalah mobil mewah yang terdiri atas merek-merek yang sudah populer, yakni Audi, BMW, Mercedes Benz, Jaguar, Volvo, dan belakangan ini juga Lexus. Di luar itu juga masih ada sedan supermewah keluaran Mercedes Benz, yakni Maybach yang dijual dengan harga di atas Rp 12 miliar, Rolls-Royce Phantom dengan harga di atas Rp 10 miliar, Bentley Continental GT yang dijual dengan harga yang paling rendah di atas Rp 3,5 miliar, dan Maserati dengan harga di atas Rp 3,5 miliar.

Itu untuk yang sedan, sedangkan untuk yang sport utility vehicle (SUV), yang sosoknya mirip jip, juga muncul Volkswagen Touareg, Porsche Cayenne, Audi Q7, Land Rover Discovery 3, Range Rover, Lexus LX570, dan Toyota Land Cruiser.

Di luar itu masih ada Hummer H2, versi sipil kendaraan perang tentara Amerika Serikat, Humvee, atau Cadillac Escalade. Yang paling istimewa adalah mobil sport papan atas, yakni Porsche dan Ferrari. Di Jakarta tercatat ada sekitar 100 Ferrari, termasuk flagship Ferrari, yakni Ferrari Enzo yang dijual dengan harga Rp 17 miliar.

Untuk memiliki satu unit Enzo Ferrari tidaklah mudah, mengingat seseorang harus memiliki satu atau dua unit Ferrari model tertentu lebih dulu. Padahal, harga satu unit Ferrari di atas Rp 5 miliar. Di samping itu, harus ada izin dari bos Ferrari di Italia.

Selebihnya, mereka juga membeli sepeda motor besar Harley Davidson dan sepeda motor besar mewah lainnya.Data PT Mabua Harley Davidson dan Dewata Harley Davidson mencatat kenaikan signifikan dalam penjualan sepeda motor besar Harley Davidson pada tahun 2002. Pada tahun itu terjual 121 unit. Tahun-tahun sesudahnya penjualan sepeda motor besar Harley Davidson terus mengalami kenaikan. Tahun 2003, jumlahnya menjadi 222 unit, 231 unit (2004), 334 unit (2005), dan 350 unit (2007). Data tahun 2008 belum ada.

Yang tidak kalah menariknya, ada sebagian di antara mereka yang juga membeli kapal pesiar dan menyewa pulau di wilayah Kepulauan Seribu. Dengan demikian, mereka dapat menghabiskan waktu dengan keluarga dan kerabat di pulau pada akhir pekan. Selain menghabiskan waktu di pulau, mereka juga bisa menghibur diri dengan memancing ikan di laut, atau melakukan kegiatan scuba diving.

Tak hanya senang-senang
Namun, janganlah kemudian berprasangka bahwa kehidupan orang-orang kaya itu hanya senang-senang belaka.
Baik secara perseorangan maupun secara berkelompok, mereka juga menyantuni orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dari orang-orang berpunya.

Mereka dari waktu ke waktu juga bertemu dalam komunitas sepeda motor besar dan mobilsport papan atas Ferrari, serta melakukan kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Hal tersebut ditunjukkan pada saat Ferrari Owner's Club Indonesia (FOCI) memperingati 60 tahun Ferrari bulan Februari 2007. Seusai melakukan konvoi keliling Jakarta yang diikuti sekitar 35 mobil Ferrari dari berbagai tipe, FOCI menyerahkan bantuan kepada Palang Merah Indonesia untuk menunjang kegiatan sosial yang dilakukan PMI.

Inspirasi untuk Ruang Tamu Mungil

Semakin jarangnya tamu berkunjung ke rumah atau apartemen membuat beberapa orang meniadakan ruang tamu dari layout rumahnya. Namun bagi sebagian orang lainnya, ruang tamu tetap jadi bagian yang penting karena konon ruang tamu adalah ruang pertama yang bisa mencerminkan karakter si pemilik.

Di rumah yang mungil, ruang tamu tentunya berukuran mungil juga. Karenanya, jangan memenuhi ruang tamu dengan furnitur; gunakan furnitur yang diperlukan saja. Cukup sediakan dua buah sofa 2 dudukan, satu sofa 1 dudukan, dan meja. Kalau ruangan masih tersisa bisa ditambah dengan credenza dan meja sudut. Jangan juga menggunakan sofa berukuran besar, karena sofa yang terlalu besar dan terlalu banyak akan membuat ruang jadi tambah sempit dan sesak.

Di mana sofa mesti diletakkan? Jika memungkinkan, kedua sofa bisa disandarkan ke dinding agar ruang terlihat lega. Jika tidak memungkinkan, sandarkan salah satu sofa yang ukurannya paling besar. Yang penting, peletakan tidak mengganggu alur sirkulasi dari pintu masuk ke ruang-ruang lainnya.

Kombinasi Dua Sofa
Untuk menciptakan gaya yang sedikit beda, cobalah untuk menggunakan dua buah sofa yang berbeda. Beda di sini bisa berarti beda bentuk, beda desain, ataupun beda warna. Untuk menjembatani dua sofa yang berbeda itu, carilah benang merah antara keduanya. Benang merah itu biasanya berupa warna.

Contohnya dapat Anda lihat pada dua gambar yang Tabloid RUMAH tampilkan. Keduanya memakai sofa berlainan bentuk dan warna. Untuk menjembatani perbedaan itu, di atas sofa diletakkan bantal kursi atau dudukan yang warnanya sama dengan warna sofa yang satunya. Cara yang cepat, murah, dan mudah.

Berani Main Warna
Ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan jadi ajang yang tepat untuk memainkan warna. Selain menambah nilai ruang, permainan warna dapat menjadi pembatas maya dan membedakan ruang tamu dengan ruang lainnya.

Pada gambar di atas, karena berbatasan langsung dengan ruang makan, ruang tamu mesti dibuat berbeda dengan ruang makan, yang didominasi warna coklat kayu. Untuk itu, sang desainer membalut ruang tamu dengan warna-warna cerah, yakni kuning dan biru. Namun perlu diingat, walaupun cerah, warna-warna ini cenderung gelap sehingga mesti hati-hati dalam mengaplikasikannya. Ruangan yang tertutup dan kurang cahaya sebaiknya menghindari warna-warna ini karena bisa membuat ruang jadi terasa menekan.

Natural Modern
Pemilik rumah adalah orang yang adem ayem, tidak neko-neko dan suka dengan suasana yang hangat. Karenanya, sang desainer pun membuat ruang tamu bernuansa natural yang didominasi warna-warna yang dekat dengan warna alam, yaitu coklat, krem, dan putih.

Penggunaan warna putih sangat diperlukan untuk mengimbangi warna coklat yang gelap. Warna putih bisa memantulkan cahaya sehingga ruangan akan terlihat lebih luas dan lebih terang. Kalau tidak ingin menggunakan warna putih karena takut kotor, bisa juga menggunakan warna lain yang sifatnya terang namun masih bersifat natural, seperti krem muda atau hijau muda.

Sebagai penyegar, diletakkan lukisan-lukisan bernunsa modern atau tradisional di dinding ruang tamu. Untuk warnanya, tetap dipilih yang sifatnya kalem dan natural, seperti coklat, hijau, atau biru laut.

Tuesday, February 12, 2008

Hijau Tanpa Lahan, Kenapa Tidak?

"Bertanam pohon? Ya, enggak mungkinlah," seru seorang kawan penghuni rumah susun ketika berbincang tentang tanam-menanam di rumah. Selintas bisa jadi benar, tinggal di ketinggian di rumah susun dan apartemen tanpa halaman berarti steril dari kehijauan tanaman. Namun, pikiran itu ketinggalan zaman.

Santi (46), misalnya, aneka jenis tanaman hias dalam berbagai wadah menghiasi sudut unit apartemennya di bilangan Kuningan, Jakarta Pusat. Di balkon berukuran 1,5 meter x 3 meter, puluhan pot kecil berisi tanaman hias mungil dijejer rapi, berbagi ruang dengan rak jemuran.

Tanaman dari famili kaktus, sukulen, dan bromelia berjejal rapi. Selain kaktus, beberapa yang mulai dikenal publik antara lain lidah mertua (sanseviera) dan bintang bumi (cryptantus). Semuanya dipilih dari jenis yang berukuran mungil.

Sejak beberapa tahun lalu, ibu tiga anak tersebut menekuni budidaya terarium. Budidaya semacam itu menempatkan satu atau berbagai jenis tanaman hias mungil tertentu di dalam wadah dari kaca. Mirip akuarium, tetapi berisi tanaman.

Santi adalah salah seorang anggota Ikatan Alumni Pelatihan Pertamanan (IAPP) di bawah koordinasi Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta. Budidaya terarium merupakan salah satu jenis budidaya yang dikenalkan pada kursus gratis itu.

Menurut pionir budidaya terarium di Indonesia, Anie Kristiani, budidaya terarium relatif belum terlalu dikenal di Indonesia. Anie sendiri mengembangkannya sejak 13 tahun lalu.

Seperti merancang sebuah taman, terarium pun butuh persiapan menyangkut media tanam, jenis tanaman, dan peralatan pemeliharaan. Hanya saja, terarium mensyaratkan ukuran mini, termasuk berbagai jenis tanamannya.

Air diserap
Tanaman untuk terarium harus yang pertumbuhannya lambat. Perbedaan menonjol dengan bertanam secara konvensional adalah ketiadaan lubang pembuangan (drainase).

Sebagai gantinya, seperti yang dikembangkan Anie, bagian dasar wadah diisi material-material penyerap air. Di antaranya, arang kayu yang sudah dihaluskan, tanaman pakis yang dikeringkan (moos), kompos, dan pasir zeolit.

Pasir zeolit perlu penanganan khusus sebelum digunakan dalam terarium. Tujuannya, agar mampu mengurangi kadar air. Jadi, sebelum dipasang, pasir itu harus disangrai dahulu selama 15 menit.

Selain menyerap air dan penanda waktu menyiram karenasifatnya, pasir zeolit yang berwarna juga berfungsi sebagai elemen dekoratif. Penambah unsur dekoratif lainnya adalah jenis batu-batuan kecil yang sudah dibersihkan. Bisa juga dengan ranting yang diolesi antijamur.

Menurut Anie, terarium bukan hanya indah dan terkesan mewah, namun sedikit banyak turut menyerap polusi udara di dalam rumah. Mempertimbangkan jenis tanaman dan model menanam yang tanpa drainase, terarium mensyaratkan hemat air. Penyemprotan air tidak dilakukan setiap hari. Pun, soal sinar matahari yang dibatasi sepekan dalam sebulan.

Perasaan halus
Terarium bukan soal model taman dalam ruangan yang serba mungil pada lahan yang inkonvensional, namun juga menyangkut perasaan halus pemiliknya.Untuk menanam di wadah yang sempit, seperti gelas, vas, mangkuk, atau akuarium bulat, kehalusan perasaan menjadi mutlak. Sebagai penunjang, diperlukan alat-alat khusus seperti penyemprot, penjepit, sendok, gunting, hingga pembersih kaca.

Menurut Evelina (62), alumnus kursus tahun 2007, terarium memungkinkan siapa saja memiliki taman hijau, tanpa lahan sekalipun. Modalnya, semangat dan rasa sayang terhadap tanaman. Dari rasa sayang itulah berbagai kendala dan kesan rumit terkait perawatan tanaman menjadi sirna.

"Ada unsur seninya juga lho," katanya. Ia mengakui semangat bertanamnya kian tumbuh sejak mengikuti kursus selama sepekan. Tidak hanya asal menanam, ia pun paham cara memotong, mengokulasi, dan memperlakukan tanaman dengan gejala-gejala penyakit tertentu.

Model taman terarium akan ditampilkan dalam Green Festival yang berlangsung tanggal 18-20 April 2008 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Berbagai informasi seputar taman juga ada di sana. Pengajar kursus dari Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta, Miki Hermanto, mengatakan, kursus yang dimulai sejak pertengahan tahun 1970 telah menghasilkan ribuan orang. Hanya saja, penggalangan aksi para alumnus intensif dilakukan pada beberapa tahun terakhir. Materi kursus terarium diajarkan dalam tiga tahun terakhir dengan jumlah alumnus 400-an orang.

"Tujuan besar kursus adalah peduli lingkungan mulai dari rumah," kata Miki. Selama kursus, peserta diajarkan membuat desain taman sederhana dan pemeliharaannya. Dalam berbagai kelompok, mereka memelihara taman
yang eksis di wilayah Jakarta.

Ruang terbuka hijau
Antusiasme anggota IAPP dan tren permukiman masa kini sejalan dengan kebutuhan akan taman dan ruang terbuka hijau di tengah publik. Tak lagi alternatif.

Di Jakarta, pemerintah provinsi sudah bertekad menambah ruang terbuka hijau dari 9,9 persen menjadi 13,9 persen dari total luas Jakarta, 650 kilometer persegi, sekalipun risikonya menggusur 27 stasiun pengisian bahan bakar umum.

Idealnya, ruang terbuka hijau di setiap kawasan minimal 30 persen total luas wilayah. Angka yang hampir mustahil dilakukan di Jakarta tanpa dukungan politik nyata.

Keinginan kuat memaksimalkan ruang terbuka hijau juga muncul di Kota Surabaya. Upaya penanaman dan pemeliharaannya kian menguat dengan dukungan pemerintah kota.

Seiring dunia yang semakin panas dan semakin tingginya polusi, keberadaan taman dan ruang terbuka hijau yang semakin luas merupakan sebuah tujuan yang harus diperjuangkan. Tak lagi alternatif pilihan yang bisa ditawar.

Untuk itu, dibutuhkan kekuatan gerakan arus bawah. Gerakan-gerakan masyarakat untuk berdekatan dengan alam sebenarnya sudah bermunculan, termasuk dari sudut-sudut kecil apartemen. Sudahkah Anda memulainya...?

Mengelola Aset Properti

Bila investor ingin membeli properti sudah termasuk tanah di mana bangunan tersebut berdiri dan nilainya sangat bervariasi. Ada harga tanah sama dengan harga bangunan, atau harga tanah lebih tinggi dari harga bangunan, atau harga tanah lebih rendah dari nilai bangunan. Jenis properti yang dapat dibuat menjadi bisnis, antara lain rumah, rumah toko (ruko), gudang, mal, hotel, gedung perkantoran, resor, dan apartemen.

Bila investor berinvestasi pada properti wajib melakukan diversifikasi agar risikonya kecil dan memperoleh keuntungan. Diversifikasi pada properti menggunakan konsep lokasi dan jenis, misalnya berupa perkantoran, perumahan, dan pergudangan.

Bila ingin berinvestasi pada resor, biasanya dibangun di daerah pegunungan dan pantai untuk wisatawan berlibur atau istirahat pada akhir minggu. Demikian juga pergudangan, bila di tengah kota tidak menguntungkan sehingga sebaiknya di dekat daerah bandara atau pelabuhan laut. Beberapa investor berpengalaman dalam properti membuat pergudangan di pinggiran dekat jalan tol sehingga barang yang disimpan bisa dikirim ke tempat tujuan melalui jalan tol.

Hotel sebagai investasi didirikan pada daerah perkotaan atau tempat liburan, jarang di pinggiran kota yang kemungkinan tidak ada konsumen yang datang. Hotel mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai tempat istirahat dan menginap serta tempat berdiskusi berbagai hal.

Tempat tinggal dapat didirikan di tengah kota berupa apartemen atau kondominium atau di pinggiran kota. Lokasi sebaiknya dekat dengan sarana transportasi agar beban pengeluaran peminat/investor tidak harus bertambah.

Pegang dan jual
Mengelola properti sebagai bisnis atau menjadi investasi berarti ada periode saat properti "dipegang" dan dijual. Sebagai bisnis, investor menyewakan propertinya kepada pihak lain. Umumnya penyewa selalu menginginkan properti di lokasi yang strategis.

Lokasi properti juga menentukan besarnya uang sewa. Lokasi yang strategis akan menghasilkan sewa lebih mahal, bahkan sewa yang diperoleh hampir sama dengan bunga dari dana yang diinvestasikan pada properti tersebut yang berarti investor memperoleh keuntungan sangat besar. Bila investor memilih lokasi yang strategis dan bila harga pembelian sangat murah, maka tingkat pengembalian yang diterima sangat tinggi.

Bila nilai sewa yang diperoleh tidak sama dengan tingkat bungaberlaku, maka nilai sewa tersebut harus minimal separuh tingkat bunga berlaku. Misalnya, bila nilai properti sekitar Rp 1 miliar, maka nilai sewa yang diperoleh sekitar Rp 50 juta setiap tahunnya. Tetapi, karena letak properti tidak strategis, nilai sewa yang diperoleh 3%-5%
dari nilai investasi properti tersebut setiap tahun.

Selanjutnya, bila investor ingin berinvestasi dan memungut keuntungan di kemudian hari, maka properti tersebut harus strategis dan telah dihitung kenaikan harganya selama dipegang. Pada saat dipegang, properti tersebut harus disewakan dan besarnya sewa sebaiknya sesuai uraian sebelumnya.

Bila properti tidak disewakan dan ditunggu sampai terjual, maka tingkat pengembalian rendah karena bangunan akan rusak atau semakin kecil harganya. Properti tersebut akan sangat terawat bila ada yang menempati sehingga harga properti akan lebih tinggi dibandingkan dengan kosong selamanya. Dalam kasus ini, investor harus mempunyai perhitungan besarnya kenaikan harga properti selama dipegang.

Rumusan yang dapat digunakan, yaitu minimum tingkat bunga pada deposito ditambah risiko yang ditolerir investor atas investasi pada properti. Bila tingkat bunga secara rata-rata selama periode dipegang sebesar 8%, maka investor harus mempunyai tingkat pengembalian rata-rata lebih tinggi dari 8% dan premiumnya minimum 4%-6%.

Siklus
Untuk mendapat hasil penjualan properti maksimal dan dapat memberi hasil sesuai harapan, maka investor harus memahami siklus properti bersangkutan. Biasanya, harga properti sangat rendah bila tingkat bunga sangat tinggi, situasi ekonomi tidak baik. Harga properti akan tinggi bila tingkat bunga rendah dan ada kelebihan dana yang tinggi di perbankan. Situasi ekonomi harus dipahami dengan bertanya kepada ahli ekonomi dan siklus properti didiskusikan kepada ahli properti yang memahami ekonomi.

Investor juga harus memahami liku-liku penjualan properti untuk mendapat keuntungan maksimal dan perpajakan properti agar dapat menentukan harga dan keuntungan yang diinginkan. Peraturan pajak menyebutkan, setiap properti yang dibeli atau dijual dikenai pajak PPHTB sebesar 5%. Karena itu, investor harus mempunyai nilai properti 10% ditambah tingkat pengembalian yang diinginkan. Berdasarkan penelitian berbagai properti, sebaiknya properti harus dipegang minimum tiga tahun agar terjadi tingkat pengembalian yang diinginkan.

Properti dapat dipergunakan investor untuk investasi dalam rangka persiapan dana sekolah anak-anak di kemudian hari atau bahkan untuk warisan. Bila strategi ini yang dipergunakan, maka investor harus juga memperhitungkan kenaikan harga properti dan harga awal sudah bisa memenuhi kebutuhan sekolah tersebut. Informasi ini didapat melalui hasil penelitian dari ahli properti atau bank data properti.

Dengan demikian, dalam mengelola properti investor harusmemiliki informasi lokasi yang strategis. Informasi dapat juga diperoleh melalui media massa dan investor juga harus tidak lupa mengecek kebijakan pertanahan dan properti di daerah bersangkutan.

Hitung-hitung Biaya Hidup di Apartemen

Saat membeli apartemen, selain harga yang tercantum di brosur, biasanya ada beberapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Apa sajakah itu?

1. PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah)
Yang terkena PPNBM adalah apartemen dengan luas lebih dari 150 meter persegi atau yang harganya lebih dari Rp 4 juta per meter persegi. Besarnya 20 persen dari harga apartemen.

2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Besarnya 10 persen dari harga apartemen. Pajak ini tidak ada batasannya. Berapa pun harga apartemen akan dikenai PPN.

3. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dan Bea Balik Nama
Biasanya, dua komponen pajak ini dijadikan satu, dengan jumlah 5 persen dari nilai apartemen.

Jika membeli dengan cara tunai keras, biasanya pengembang memberikan diskon sebesar 15 persen-20 persen. Sebaliknya, jika membeli dengan KPA (Kredit Pemilikian Apartemen) akan dikenai biaya asuransi yang besarnya tergantung pengembang dan bank yang memberikan KPA.

Selain itu, setiap bulan para penghuni akan dikenai biaya maintanance atau service charge. Biaya ini digunakan untuk menutupi biaya pada public area, misalnya biaya lift, listrik, dan AC di lobi. Besaran biaya servis ini tergantung luas unit apartemen yang kita miliki.

Contoh: Biaya maintanance = Rp 10.000 per meter persegi
Luas unit apartemen = 70 meter persegi
Biaya per unit apartemen = 70 x Rp 10.000 = Rp 700.000 per bulan

Saturday, January 12, 2008

Apartemen Hitam-Putih

Rio cukup kecewa ketika melihat unit apartemen yang dibelinya, ternyata sangat standar. Mungkin itulah konsekuensi dari membeli “barang” sale. Tapi kepiawaiannya mendesain ruangan bisa menyulap ruang standar itu jadi lebih indah dan bernilai.

Sale unit apartemen Taman Anggrek kira-kira setahun lalu mendorong Rio Chrisdian (35) dan istrinya, Yennie (30) untuk membelinya. Tapi seperti banyak yang dilakukan pengembang apartemen saat ini, apartemen dijual dalam keadaan unfinished. Di unit tersebut belum ada plafon, belum ada lampu (cuma ada kabel di tiap titik lampu), lantai ditutup keramik standar ukuran 20 cm x 20 cm, dan kabinet dapur disediakan ala kadarnya.

Rio, arsitek lulusan UKI Jakarta yang sekarang memiliki kantor konsultan arsitektur dan desain interior bernama Idea, gerah juga melihat kondisi unit yang sangat minim ini. Karena itu ia memutuskan untuk memolesnya habis-habisan.

Pertama-tama, Rio menentukan tema warna yaitu hitam dan putih. Mengapa warna ini yang dipilih? Menurut Rio, hitam dan putih melambangkan simplicity, yang mengandung makna kesederhanaan. Nilai ini pulalah yang dianut Rio dalam menjalani hidup. “Saya memang senang yang taktis, nggak seneng ribet,” ujarnya ketika kami mengobrol di ruang keluarganya yang kecil tapi nyaman, sambil menunggu proses pemotretan.

Selain mengandung nilai kesederhanaan, hitam dan putih juga sederhana dalam makna visual. Ruang yang tidak terlalu luas cocok bila diberi tema warna monokrom seperti ini. Andaikan diberi banyak warna, ruang mungkin akan terlihat “penuh”, terasa lebih sempit, dan kurang menenangkan.

Hitam dan putih diterapkan oleh Rio di hampir setiap bagian. Sofa, kursi makan, pintu, kusen, wood blind, semua menggunakan warna hitam. Dinding dan plafon dibiarkan putih. beberapa perabot dibuat berwarna putih atau kombinasi putih dan hitam. Untuk memberikan kesan hangat, Rio memilih parket bambu yang berwarna kuning muda sebagai ganti granit. Bambu dipilih karena teksturnya yang unik dan warnanya yang cenderung terang, sehingga masih cocok dengan tema hitam-putih.

Ketika ia membawa kami ke dapurnya, kami spontan berseru, “wah, dapurnya juga hitam dan putih?” Rio menimpali sambil tertawa, “keterlaluan ya?”

Aksen Tetap Perlu
Sekalipun berpegang pada kesederhanaan dan warna monokrom, aksen tetap dibutuhkan. Aksen akan membuat ruang yang minim warna dan ornamen menjadi tidak membosankan. Di sini Rio menggunakan kursi malas warna merah sebagai aksen di ruang keluarga. Pada dinding di belakang TV, Rio juga meletakkan panel plywood ebony dengan garis-garis horizontal warna putih.

Agar terlihat menyatu dengan panel dinding ini, pada plafon diberi kisi-kisi kayu yang dicat warna hitam, dengan lebar sama persis dengan panel tadi. Dengan demikian terlihat ada 2 bidang (plafon dan dinding) berpelapis kayu, yang menaungi area duduk di ruang keluarga. Bentuk seperti ini memberikan keintiman dan kehangatan di ruang keluarga ini. Dan hebatnya, di balik kisi-kisi kayu pada plafon tadi ada balok struktur yang kalau terlihat, memang kurang indah.

Minimalis, Modern, Tropis
Bila ditanya gaya apa yang diterapkan, Rio menjawab, ada tiga gaya yang diadopsi untuk tempat tinggalnya ini, yaitu minimalis, modern, dan tropis. Minimalis ditunjukkan dalam konsep “bentuk mengikuti fungsi”. Jadi benda-benda yang ada di sini dipikirkan betul-betul fungsinya. Meja TV, misalnya, dibuat agar benar-benar sesuai dengan benda-benda yang ingin diletakkan di atasnya dan di dalam laci-lacinya.

Tapi gaya minimalis murni menurut Rio terlalu “dingin”. Karena itu ia menggunakan beberapa campuran material yang bergaya modern seperti kaca untuk meja makan dan coffee table, stainless steel untuk kaki-kaki meja dan handle laci/lemari, dan aksen kursi malas warna merah.

Lalu, di mana unsur tropis diterapkan? Rio mengadopsinya dalam bentuk penggunaan material alami. Dinding ruang makan, misalnya, ditempeli batu andesit rata bakar yang dibentuk susun sirih. Mengapa Rio memilih batu andesit? Tidak lain karena warnanya yang abu-abu, mendekati hitam. Selain itu, Rio juga bermain-main dengan material kayu pada penutup jendela (wood blind), kisi-kisi pada plafon dan panel pada dinding.

Selain memainkan warna, material, dan perabot, Rio juga menggeser beberapa dinding agar ruang apartemen ini lebih nyaman untuknya. Di dinding dekat pintu kamar tidur utama, misalnya, dibuat lemari tanam untuk lemari obat dan lemari penyimpanan sepatu. Satu lagi, sebagian dinding di belakang TV juga digeser sehingga di kamar tidur utama terdapat ceruk kecil yang pas bila digunakan untuk tempat rias.

Ya, tinggal di unit apartemen atau di rumah berukuran mungil, kita memang harus pintar-pintar menata. Kalau tepat, tempat tinggal pun akan terasa nyaman.

Praktis dan Berhemat dengan Tinggal di Apartemen

Katarina (32) sekarang memilih pulang ke rumah orangtuanya di Petamburan. Padahal, sejak menikah 2 tahun lalu, perempuan yang bekerja di daerah Slipi ini sudah punya rumah di Vila Dago, Pamulang. Alasannya, “Pulang ke Pamulang jauh, capek ah,” ujarnya.

Coba simak percakapan singkat kami dengannya.
TR: Kat, kamu nggak pilih tinggal di apartemen saja?
Katarina: Nggak ah. Biayanya mahal, ada servis ini, servis itu. Lagi pula, gue emang nggak suka nguplek aja di ruang sempit gitu.

Jawaban seperti ini ternyata tidak hanya dari Katarina. Sejumlah orang yang belum pernah mencicipi tinggal di apartemen memberikan jawaban serupa. Bila disimpulkan, ada tiga alasan mereka menolak tinggal di apartemen. Pertama, harga unit apartemen lebih mahal dari rumah biasa (landed house, rumah yang menempel di tanah). Kedua, ada biaya servis setiap bulan yang cukup tinggi. Ketiga, arealnya sempit. Benarkah hidup di apartemen seperti ini?

Mengatasi lahan sempit
Sebenarnya, hidup secara vertikal adalah sebuah jawaban untuk kota besar yang penduduknya semakin padat tapi lahan tidak bertambah. “Kantor, sekolah, sekarang semua dibuat bertingkat. Tempat tinggal juga,” kata Mohammad Danisworo (Chairman Lab PSUD, Center for Urban Design Studies). Muncullah apa yang sekarang kita kenal rumah susun atau apartemen.

Prinsip apartemen adalah lahan kecil bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal bagi banyak orang karena dibuat vertikal. Karena tidak membutuhkan areal yang sangat luas, apartemen bisa berada di tengah-tengah kota. Sedangkan rumah biasa, umumnya ada di pinggiran kota. Bila harga apartemen lebih mahal dari rumah biasa ya wajar saja. Kalau dibandingkan dengan lokasi yang sama, harga apartemen sebetulnya tidak jauh berbeda dengan harga rumah biasa. Apartemen Rasuna, misalnya, yang berlokasi di daerah Kuningan, memasang harga kira-kira Rp 6 juta per meter persegi. Harga tanah di lokasi ini berkisar Rp 5 juta-Rp 6 juta (ini baru tanahnya saja lho, belum termasuk bangunannya).

Biaya per bulan
Tinggal di apartemen memang berbeda dengan tinggal di rumah biasa. Semua urusan dikelola oleh pengelola apartemen, mulai dari urusan buang sampah, sekuriti, area publik, sampai tempat parkir. Semua ongkos ini dijadikan satu, yang disebut biaya maintenance atau biaya servis dan harus dibayar per bulan. Besarnya dihitung berdasarkan luas unit. Untuk parkir dihitung per kendaraan. Randa (33), pengacara, yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah unit di Taman Rasuna seluas 96 meter persegi membayar biaya servis Rp 500.000 per bulan.

Cocok untuk keluarga aktif
Apartemen sebetulnya cocok untuk generasi muda yang terbilang aktif. Bekerja dari pagi sampai malam membuat waktu yang dihabiskan di rumah tidak banyak. Karena itu, memiliki rumah di pinggiran kota sebetulnya cukup memberatkan. Gusti (41), bapak 1 anak yang tinggal di Bintaro dan bekerja di sebuah bank asing di Jalan Thamrin, menghabiskan biaya sekitar Rp 800.000 per bulan untuk bensin. Itu pun hanya digunakan pada hari kerja, belum termasuk hari libur. Ini masih ditambah bensin untuk mobil kedua, yang dipakai istrinya yang bekerja paruh waktu, sekitar Rp 800.000 per bulan. Kalau ditotal, Rp 1,6 juta dihabiskan setiap bulan cuma untuk bensin. Ini belum menghitung “harga” dari waktu untuk anak yang harus dikorbankan karena lamanya perjalanan dari dan menuju rumah. Kalau kita mau membandingkan, biaya ini lebih tinggi dari biaya-biaya servis yang dibebankan oleh apartemen.


Area Terbuka
Alasan lain orang ogah tinggal di apartemen biasanya karena ruang yang terlalu kecil. Banyak orang membayangkan bahwa akan sangat membosankan terkurung di ruangan yang berada beberapa meter di atas tanah, tanpa teras, tanpa halaman, dan tidak ada taman. Apakah memang seburuk itu?

Sebenarnya apartemen menyediakan fasilitas public space, yaitu ruang terbuka yang bisa digunakan oleh penghuni apartemen. Biasanya di ruang terbuka ini ada kolam renang, lapangan basket, jogging track, dan taman. Penghuni bisa lari pagi, jalan-jalan sore, duduk-duduk sambil ngobrol, baca buku di taman, dan sebagainya. Bahkan, Taman Rasuna yang memiliki podium (public space) seluas 12 ha mendatangkan tukang bakso dan gado-gado gerobak. Sore hari, podium ini sangat ramai. Berjalan-jalan di sini tidak ubahnya seperti berjalan-jalan di sebuah taman bermain yang sangat luas. Fasilitas lain seperti supermarket, laundry, dan sekolah pre school yang ada di lingkungan tower memberikan banyak kemudahan.

Kini semakin banyak apartemen kelas menengah. Menurut Pusat Studi Properti Indonesia (data 2006), yang masuk kategori menengah adalah apartemen dengan harga Rp 5,10 juta-Rp 9,93 juta per meter persegi. Dengan pertumbuhan apartemen kelas menengah yang demikian pesat, mungkin tinggal di apartemen menjadi pilihan hidup yang sangat praktis.

Tapi perlu diingat, hidup di apartemen membutuhkan rasa toleransi yang tinggi. Karena, seperti yang dikatakan Danisworo, kita harus hidup “berbagi”. Untuk halaman, tempat parkir, tempat terima tamu, misalnya, kita harus berbagi dan tidak bisa seperti di rumah sendiri. Ya, tinggal di apartemen memang adalah sebuah pilihan.