Wednesday, February 4, 2009

Mengatur Cahaya di Kamar Tidur

BUKAN hanya warna yang bisa menciptakan mood. Tata cahaya juga bisa membuat mood Anda lebih baik, atau malah lebih buruk. Kamar tidur sebagai tempat beristirahat, tentu perlu mendapat perhatian.


Pencahayaan yang pas, tentu akan membuat kamar tidur semakin nyaman. Untuk mengatur intensitas pencahayaan, bisa menggunakan dimmer. Dengan dimmer, Anda juga bisa menghemat listrik dari penggunaan lampu.

Ada beberapa jenis pencahayaan yang bisa diterapkan pada kamar tidur :

General lighting. Dengan jenis pencahayaan ini, ruangan mendapat pencahayaan merata. Biasanya sumber cahayanya berasal dari lampu yang dipasang pada plafon. Jenis cahaya ini dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat umum.

Task lighting. Pencahayaan ini hanya menyorot pada objek tertentu. Seperti pada meja nakas, stereo set, atau rak dalam lemari pakaian. Dapat juga dipergunakan untuk menyorot bahan bacaan saat ingin membaca di tempat tidur.

Accent lighting. Pencahayaan yang satu ini berfungsi untuk menimbulkan mood tertentu. Nah, tipe cahaya yang ini dapat memberikan kesan romantis.

Menyatukan Dapur dan Ruang Makan

BAGI mereka yang menyukai segala sesuatu yang bersifat ringkas dan praktis, dapur berkonsep bar bisa dicoba. Dapur seperti ini identik dengan kesan ringkas. Mengolah, memasak, dan menyajikan makanan dilakukan dalam satu area.

Keberadaan meja bar adalah ciri khas dapur ini. Konsep bar biasanya diaplikasikan pada dapur berbentuk "U". Namun, dapur berbentuk "L" pun bisa dipadukan dengan meja bar. Cukup letakkan meja bar pada salah satu sisi dapur.

Konsep demikian bisa menjadi solusi menggabungkan dapur dan ruang makan. Meja bar, bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyajikan sekaligus menyantap makanan. Tidak perlu membawa dan menata hidangan pada ruangan terpisah. Selain menghemat lahan, juga menghemat waktu penyajian.

Untuk Anda yang sudah memiliki ruang makan, tak ada salahnya juga jika ingin memiliki dapur dengan konsep bar. Meja bar bisa dimanfaatkan sebagai meja sarapan (breakfast table), atau meja tambahan untuk menjamu tamu yang kebetulan datang. Agar fungsinya maksimal, lengkapi meja bar dengan kursi bar atau bar stool. Desain dan warnanya sekaligus dapat menjadi askesori menarik.

Taman Mungil yang Cantik

PENYUKA tanaman, tetapi bingung dengan terbatasnya lahan. Tenang, tidak hanya Anda. Masih banyak orang lain yang merasakannya. Khususnya di kota besar.

Dahulu, tanaman berkembang di lahan yang luas dengan beragam jenisnya. Mulai dari jenis buah-buahan, bunga-bungaan, sampai tanaman obat. Semua berkumpul menjadi kebun yang asri.

Supaya cita-cita Anda tetap terwujud, lupakan konsep tanaman di kebun. Alihkan perhatian ke taman mungil. Meski jenis tanaman tidak sejamak di kebun, tetapi tetap terakomodasi.

Pada lahan terbatas, Anda sudah dapat memiliki taman. Dengan bentuk sederhana, budget yang dianggarkan semakin kecil. Perawatannya pun lebih mudah. Anda bisa melakukannya sendiri, tidak perlu asisten rumah tangga seperti tukang kebun.

Perawatan mandiri tak lantas asal. Perlu siasat jitu agar taman mungil tetap asri. Awal perencanaan, perhatikan komposisi taman, jangan sampai berlebihan. Untuk itu, pembatasan jenis tanaman dipandang perlu.

Pemilihan jenis tanaman juga tidak lepas dari karakteristiknya. Sebaiknya, pilih tanaman yang "kuat" di segala kondisi, panas ataupun hujan. Dia tetap hidup meskipun tidak disiram setiap hari. Dengan begitu memudahkan Anda dalam perawatan.

Ruang Keluarga Modern dan Maskulin

RUANG keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua. Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat senada dengan warna coffe table.

Biasanya gaya maskulin, tidak menggunakan banyak bantal pada sofa. Namun, agar ruangan tidak berkesan monoton, ditambahkanlah bantal pada sofa. Permainan berbagai motif, seperti motif garis dan sisik ikan, tampil pada penataan bantal. Pilihan warna dan motif bantal juga dibuat selaras dengan warna furnitur.

Pada sudut ini, warna ruangan dibuat bergradasi dari warna terang ke gelap. Putih pada dinding, cokelat pada furnitur, dan hitam pada beberapa bantal. Setiap benda yang ada dalam ruangan, mewakili warna-warna dalam deretan gradasi. Sehingga tampilannya tetap rapi, walaupun ada beberapa motif yang sengaja "ditabrakkan".

Sebagai aksen ruangan, ada beberapa lukisan kain. Lukisan tersebut sebenarnya terbuat dari kain-kain bahan upholstery (penutup sofa). Ide kreatif ini bisa menjadi alternatif. Terutama jika Anda kesulitan mendapatkan hiasan dinding yang pas dengan ruangan. Lukisan kain ini juga bisa disesuaikan dengan warna dan motif furnitur.

Sunday, February 1, 2009

Sentuhan Etnik pada Foyer Futuristik

BOSAN dengan penataan ruang yang biasa-biasa saja? Sesekali tak ada salahnya mencoba sesuatu yang berbeda. Menyandingkan elemen tradisional dengan elemen modern pada satu ruangan, misalnya. Bisa menjadi sesuatu yang pantas dicoba.

Sebagai gambaran, Anda bisa melihat foto foyer di samping. Dominasi warna keperakan (silver), seharusnya menjadikan foyer ini tampil modern futuristik. Namun kesan tersebut berubah dengan "kehadiran" sebuah artwork bergaya etnik di atas buffet.

Artwork kerajinan khas Toba, Sumatera Utara, tersebut memberikan sentuhan tradisional pada foyer. Hasilnya, dua gaya yang bertolak belakang tersebut, tampil sama-sama menarik. Dominasi warna silver dari buffet dan bingkai lukisan, justru menonjolkan keunikan artwork bergaya etnik tersebut.

Sedangkan sentuhan tradisional dari artwork yang sepintas tampak kecil dan sepele, dapat menyeimbangkan tampilan ruangan. Bayangkan jika artwork tersebut tidak ada. Tampilan foyer bisa jadi tampak kaku dan dingin. Oleh karena itu, foyer membutuhkan sedikit "kehangatan" yang dihadirkan oleh artwork bergaya etnik tadi.

Tuesday, July 15, 2008

Atraktif dengan Batu Alam

Pagar merupakan bagian terluar dari rumah. Posisinya yang mengelilingi rumah sangat memengaruhi tampilan fasad. Mencoba sesuatu yang baru akan membuat tampilan pagar dan fasad tidak lagi monoton.

Pagar terdiri dari enam dinding, yang memiliki ukuran tinggi berbeda. Keenam dinding menggunakan material pelapis batu alam dengan ukuran berbeda. Penutup dinding samping berupa batu alam abstrak, berukuran 5 cm x 10 cm. Bagian atas menggunakan batu berbentuk bujur sangkar berukuran 10 cm x 10 cm. Meski memiliki ukuran tinggi dan lebar berbeda, namun ketebalannya sama, yaitu 20 cm. Setiap bagian dinding pagar terpisahkan oleh celah berjarak 20 cm. Celah ini dibuat dengan maksud memberi kesan transparan. Selain itu, juga untuk memperkecil biaya pembuatan.

Pemasangan lapisan batu alam dibuat seperti susunan batu pecah. Pola pemasangan yang sedikit tidak beraturan menguatkan kesan alami yang muncul. Keindahan pagar batu alam semakin lengkap dengan adanya beberapa tanaman perdu. Memperindah pagar ini mudah karena tampilan batu alam mudah dipadukan dengan berbagai jenis tanaman. Untuk penerangan taman pada malam hari, di setiap celah pagar dipasang lampu sorot. Lampu sengaja diletakkan sedikit ke bagian dalam rumah sehingga cahayanya mengarah ke tampilan bagian depan rumah.

6 Langkah Renovasi Murah

Pasangan Alfred dan Ina membagi pengalaman mereka dalam memangkas biaya dan mendapatkan tambahan ruang yang sehat. Inilah enam langkah renovasi murah itu:

1. Kamar tidur anak digeser ke bagian belakang. Kamar anak akan menempati sebagian lahan terbuka di halaman belakang. Proses ini menghasilkan satu kamar anak yang lebih besar, berukuran 3mx3m.
2. Untuk membuat kamar anak, mereka hanya membuat atap dan membangun sebuah dinding baru di belakang. Tiga bidang dinding lainnya merupakan dinding lama. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan lebih hemat.
3. Penggeseran letak kamar anak menyisakan ruang baru pada area "bekas" kamar anak tadi. Area ini dimanfaatkan sebagai ruang keluarga.
4. Penggeseran ruang ke bagian belakang membuat space di bagian tengah cenderung menjadi lebih gelap. Untuk itu dibuat skylight. Hal yang sama (dengan ukuran 80cmx100cm) juga dipasang di ruang keluarga. Skylight terbuat dari akrilik 3mm (sebagai plafon) dan geteng kaca pada atap. Agar sinar matahari tidak terlalu berpendar, lubang skylight diberi pembatas seperti cerobong asap dari tripleks. (Foto: 02)
5. Kamar tidur dan kamar mandi pembantu dibuat di belakang kamar mandi utama. Penempatan kamar mandi pembantu berdampingan dengan kamar mandi utama, membuat mereka tak perlu perlu lagi membuat saluran pembuangan limbah yang baru. Saluran limbah kamar mandi baru bisa mendompleng saluran limbah kamar mandi utama.
6. Langkah akhir adalah memperbaiki elemen bangunan yang rusak. Plafon yang rusak dibuat baru. Keseluruhan lantai keramik pun diganti.

Monday, July 14, 2008

Cermin Untuk Memperluas Ruang

"Sana sini mentok". Istilah itu sangat tepat untuk menggambarkan sebuah apartemen, yang umumnya memiliki area terbatas. Ditambah dengan ketiadaan halaman, ruang dalam apartemen seolah-olah terasa lebih “menekan”. Karena itu, interior sebuah apartemen harus dirancang agar terlihat lebih luas, dan tentunya lebih nyaman.

Cermin Sebagai Dinding
Cara yang banyak dilakukan desainer interior untuk memperluas ruang adalah dengan menggunakan cermin. Ilusi yang tampak di cermin bisa membuat ruang tampak 2 kali lebih besar. Batas pandangan yang tadinya terbentur tembok, seakan-akan diperluas ke dalam cermin.

Cara inilah yang diterapkan pada apartemen mungil ini. Secara ekstrim, di sini cermin dipasang “penuh” pada dinding yang berbatasan dengan ruang tidur. Dinding antara pintu kamar anak dengan ruang tidur utama pun tak luput dari cermin.

Memasang cermin berukuran raksasa memang cukup efektif. Namun yang jadi masalah adalah keterbatasan ukuran cermin yang ada di pasaran. Anda memang bisa memesan cermin berukuran sangat besar, tapi pastinya harganya menjadi sangat mahal. Belum lagi kesulitan saat memasukkan cermin ke dalam rumah dan memasangnya. Bayangkan pula bila pecah, Anda harus mengganti seluruhnya. Agar lebih praktis, di sini digunakan cermin dalam bentuk panel-panel berukuran 130 cm x 80 cm, yang “disatukan” dengan penyangga dari aluminium (ada namanya???).

Karena dinding dipenuhi cermin, peralatan listrik seperti stop kontak dan sakelar sebaiknya telah ditentukan posisinya sebelum cermin dipasang. Pertama-tama, cermin dilubangi seukuran stop kontak atau sakelar, kemudian dipasang di dinding. Baru setelah itu rumah sakelar dipasang.

Selain memperluas pandangan, penggunaan cermin di seluruh dinding ternyata bisa mengurangi biaya pengecatan. Dinding tak perlu dicat, bahkan tak perlu diaci lagi. Selain itu, kalau kotor gampang membersihkannya.

Sunday, July 13, 2008

Ayo Berkreasi dengan Furnitur Bongkar Pasang

Membeli furnitur siap pakai sering kali bermasalah dengan bentuk dan ukurannya. Desainnya sudah sesuai selera, ternyata ukurannya tidak pas dengan ruangan. Atau sebaliknya, ukuran pas, tetapi desainnya tidak sesuai keinginan. Dengan furnitur "bongkar pasang" semua masalah tersebut bisa diatasi.

Furnitur terdiri dari beberapa komponen, seperti tiang besi (metal frame) dan besi silang (cross stretcher) yang berfungsi sebagai rangka. Dilengkapi dengan lemari (wardrobe), laci, kotak kayu, dan meja televisi. Seluruhnya terbuat dari kayu partikel dengan finishing melamik. Selain itu masih ada pelengkap tambahan, yaitu pintu kabinet. Ada dua pilihan pintu, yang berbahan kayu partikel atau yang berbahan kaca (tempered glass).

Setiap rangka dan badan kayu memiliki ukuran besar dan tinggi yang berbeda. Bagian-bagian tersebut dapat dibangun sesuai kebutuhan dan keinginan pemakai. Sifatnya semi customize sehingga bentuk dan ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran ruangan. Furnitur ini juga cocok dipadu dengan berbagai gaya atau desain ruangan karena bentuk dan warnanya sederhana.

Memasang dan melepaskan bagian-bagiannya tidak sulit. Setiap lemari, meja, kotak kayu, atau laci, dilengkapi pengait di bagian samping. Pengait tersebut berfungsi menyatukan antara badan kayu dan rangka. Jika ingin melepaskannya tinggal melepas pengaitnya. Strukturnya pun ringan sehingga mudah dipindahkan.

Sayang, furnitur ini tidak mampu menahan beban terlalu berat karena memang hanya didesain sebagai rak buku, rak pajangan, lemari pakaian, atau kabinet televisi.

Saturday, July 12, 2008

Rahasia Menata Karpet

Menata karpet memang mudah, tetapi ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan agar lebih menarik dan tepat sasaran.

1. Tema dan ukuran. Ini sangat penting diperhatikan. Tema ruang berkaitan dengan pilihan bentuk, warna, dan motif karpet. Misalnya, jika Anda menginginkan penataan bergaya klasik, sebaiknya pilih karpet bertema klasik.

2. Ukuran dan fungsi ruang. Ukuran ruang berpengaruh terhadap ukuran karpet. Perbandingan ukuran yang terlalu jauh --ruang terlalu besar-karpet terlalu kecil, atau sebaliknya-- dapat memberi kesan njomplang alias tak seimbang.

Jadi, seandainya Anda memiliki ruang keluarga berukuran 4mx5m, Anda dapat menggunakan karpet dengan ukuran 160cmx240cm. Jika ukuran ruang lebih kecil, gunakan karpet ukuran 140cmx200cm. Fungsi karpet tak boleh dilupakan. Untuk menutup keseluruhan lantai, pilih karpet polos atau karpet yang memiliki sedikit motif. Jika karpet diharapkan menjadi aksen, pilih karpet yang sesuai fungsi ruang. Karpet pada ruang tidur, misalnya, biasanya karpet ditempatkan di sisi ranjang. Pilih yang berukuran 80cmx150cm.

3. Furnitur. Pengisi ruang ini memiliki ukuran dan warna, yang berpengaruh terhadap ukuran dan warna karpet. Misalnya, untuk ruang keluarga dengan sofa tiga dudukan, gunakan karpet dengan ukuran 170cmx230cm. Untuk ukuran furnitur lebih kecil, pilih yang berukuran 120cmx170cm. Soal warna, pilih yang selaras dengan warna furitur atau sengaja "ditrabrakkan" untuk memberi kesan kontras. Jadi, pilihan warna yang tepat tergantung dari konsep penataan ruang.

Friday, July 11, 2008

Apartemen 58 Lantai di Jantung Kota Jakarta, Berminat?

Kempinski Private Residences Jakarta-Indonesia merupakan apartemen mewah pertama dari grup Kempinski di Asia Tenggara. Lokasinya di jantung Ibu Kota dan view-nya langsung ke Bundaran Hotel Indonesia.

General Manager Hotel Indonesia Kempinski Gerhard E Mitrovits kepada pers, Rabu (18/6), bangga telah memilih Jakarta sebagai lokasi pertama Kempinski Private Residence di Asia Tenggara. Apertemen mewah ini termasuk dalam pengelolaannya, selain Hotel Indonesia Kempinski, Grand Ballroom, dan 10 Food and Beverage.

"Jakarta merupakan kota internasional yang kompetitif. Saya yakin akan makin banyak kalangan jetset kelas dunia yang menghargai standar tertinggi gaya hidup terbaik di Kempinski Private Residences, yang memanfaatkan salah satu service apartment kami untuk masa tinggal jangka panjang," kata Gerhard E Mitrovits.

Director Public Relations Hotel Indonesia Kempinski Hanny Wahyuni menambahkan, apartemen ini didesain sesuai gaya hidup dinamis dan modern Kota Jakarta dengan konsep ruang gerak yang luas. Desain apartemen ini terinspirasi oleh seni dan gaya kontemporer Indonesia, yang menggunakan perabotan mewah dan dilengkapi teknologi tinggi. Setiap detail dan aspek hunian privat di apartemen ini menggunakan kualitas terbaik.

Berlantai 58

Kempinski Private Residences ini berlantai 58, memiliki unit hunian dalam tiga ukuran, yaitu Penthouse seluas 690 m2-750 m2, unit 3 kamar tidur seluas 261 m2 dan unit 2 kamar tidur seluas 162 m2. Di apartemen ini seluruhnya terdapat 260 unit residence dan tiga unit penthouse.

Manager Kempinski Private Residences Nyoman Punia mengatakan, 140 unit sudah terjual dan dibeli warga negara Indonesia dan warga negara asing. Fasilitas apartemen mewah ini adalah kolam renang di atas atap yang dikelilingi kebun tanaman, spa mewah kelas dunia yang dilengkapi ruang pribadi dan ruang pasangan dengan pijat aromaterapi dan pijat batu panas, fitness center dengan pemandangan kota tanpa batas, tiga ruang meeting dan satu business center, koneksi internet berkecepatan tinggi termasuk akses wifi di lobi, sky lobby bar, lift pribadi, layanan concierge, laundry, dry cleaning, layanan kamar 24 jam, dan kesehatan.

Thursday, July 10, 2008

Cara Mudah Bersihkan Karpet

Bulu-bulu karpet dapat menjadi tempat persembunyian debu dan kutu. Agar itu tak terjadi, rajin-rajinlah membersihkan karpet.

Minimal lakukan perawatan ringan seminggu sekali. Jika lingkungan banyak debu, maka pembersihan dilakukan minimal seminggu dua kali. Perawatan berat dapat dilakukan enam bulan sekali.

Perawatan ringan:
- Bersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Isap debu pada seluruh permukaan dan dasar karpet.
- Untuk membantu mengeluarkan debu yang tersembunyi, sambil menyedot debu, pukul-pukul permukaan karpet dengan sapu lidi.
- Jika ada noda kotoran atau makanan menempel, bersihkan menggunakan sabun/deterjen dan spons lembap. Setelah itu keringkan.

Perawatan berat:
- Angkat karpet dan gantung di tempat jemuran. Pukul-pukul karpet dengan sapu lidi untuk merontokkan debu. Lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Angkat karpet dan lakukan proses pengeringan (dry clean). Gunakan sabun khusus karpet, kemudian sikat seluruh permukaan karpet hingga kotoran di dasar terangkat ke permukaan.
- Tunggu atau jemur hingga kering. Setelah itu, lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Jemur lagi karpet sebelum menyimpan atau menatanya kembali.

Wednesday, July 9, 2008

Membagi Ruang dengan Sekat Kayu

Masalah terbesar rumah mungil adalah bagaimana menyediakan ruang yang lengkap, dan di mana menempatkan ruang-ruang itu, agar rumah tidak terkesan sesak. Kemudian masalah selanjutnya adalah, bagaimana membuat rumah itu terlihat indah.

Ruang Utama
Sekalipun luasnya cuma 60 m2, rumah bergaya Jawa ini sanggup menyediakan ruang-ruang utama, yaitu ruang makan, 1 ruang tidur, ruang keluarga/ruang tamu, dapur, dan 1 kamar mandi (di dalam ruang tidur).

Ruang tidur dan kamar mandi berada dalam satu ruang tertutup. Sementara ruang makan, ruang keluarga, dan dapur berada dalam satu ruang yang “menerus”. Untuk mendapatkan privasi, semua ruang ini tersembunyi di balik sekat/dinding kayu yang ada di dekat pintu utama (lihat Denah).

Sekat Kayu
Yang unik di rumah ini adalah: pembatas ruangnya banyak menggunakan sekat kayu, bukan dinding bata. Bata hanya digunakan pada dinding yang berbatasan dengan ruang luar dan kamar mandi.

Kayu ini lebih tipis dibandingkan bata (dinding bata tebalnya 15 cm, sedangkan panel kayu sekitar 5 cm). Dengan demikian sekat ini tidak “memakan” ruang terlalu banyak, dan sekaligus membuat ruang terlihat lebih indah dengan ukir-ukirannya.

Tembus Pandang
Siasat lain yang dilakukan dalam penataan rumah ini adalah membuat lubang di semua sekat. Lubang ini sebetulnya adalah jendela, yang dibeli sekalian dengan teralisnya yang menyerupai jeruji penjara.

Dengan jendela berteralis ini, berdiri di manapun kita bisa melihat ke ruang lain. Dari foyer bisa melihat sampai ke ruang tidur, dari dapur bisa melihat sampai ke foyer. Rumah pun jadi tidak terlihat sesak.

Tuesday, July 8, 2008

Ruang Tamu Suasana Taman Kerikil

Menjamu tamu dengan suasana outdoor bisa menjadi inspirasi kreatif. Bukan hanya membawa unsur-unsur luar ke dalam ruangan, melainkan juga sudah seperti membawa replika taman kerikil ke dalam ruangan.

Tidak disangkal bahwa material kayu mampu memberikan kesan alami pada ruangan. Namun, bukan berarti hanya furnitur kayu yang dapat dipilih. Selain kayu, sebetulnya kita juga bisa menggunakan furnitur dari bahan sistetis. Misalnya, furnitur dari rotan sintetis (polyethilene). Furnitur ini juga tampil alami dan relatif lebih ringan. Kerangkanya terbuat dari aluminium. Selain itu, perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan kayu. Cukup dilap dengan kain untuk membersihkannya dari debu.

Pada ruang ini sentuhan kayu tetap ada antara lain pada buffet dan coffee table. Keduanya sama-sama terbuat dari kayu jati. Bedanya, pada coffee table yang digunakan adalah kayu jati recycle. Agar tampilannya lebih alami dan unik, furnitur kayu sengaja tidak di-finishing.

Layaknya taman, cahaya matahari leluasa masuk ruang tamu. Cahaya masuk melalui dinding-dinding kaca sehingga ruang tamu terang dan hangat oleh sinar matahari yang berlimpah pada siang hari. Dinding kaca juga memperlihatkan pemandangan taman di samping rumah. Pemandangan ini semakin menguatkan suasana "taman" dalam ruangan.

Proses "membawa" taman ke dalam ruang tamu semakin lengkap. Dengan menambahkan beberapa pohon. Pepohonan bisa menggunakan yang asli. Tetapi, menggunakan yang artifisial pun tak masalah. Yang penting memberikan nuansa hijau.

Tidak lupa, kerikil-kerikil koral disebarkan di permukaan lantai. Penyebarannya harus diatur agar dapat menutupi seluruh permukaan lantai. Bisa gunakan warna kerikil yang berbeda-beda dalam satu ruangan. Tergantung selera. Yang penting penataannya harus sesuai dengan gaya dan penataan ruangan. Supaya ruangan semakin "hidup", tambahkan aksesori berupa bantal warna-warni.

Monday, July 7, 2008

Duduk Hangat dengan Cokelat

Sisa lahan seluas 1,5mx1,2m dimanfaatkan sebagai ruang duduk. Meski berada di area sempit, penataannya tetap diperhatikan. Agar nyaman dan terasa hangat, warna cokelat diaplikasikan.

Untuk membuat sebuah ruang duduk, tidak banyak furnitur. Di sini cukup diletakkan sebuah single sofa, dan sebuah meja aksen. Agar lebih nyaman, lengkapi sofa dengan penopang kaki. Agar sembari duduk, Anda bisa meluruskan kaki. Ada sofa yang sudah dilengkapi dengan penopang kaki. Tetapi Anda juga bisa memanfaatkan puff berbentuk kotak atau bulat. Pilih yang berwarna dan motif senada dengan sofa.

Aplikasi kombinasi tema warna cokelat diterapkan pada sofa. Warna cokelat muda dipilih untuk sofa. Sedangkan puff kotak berwarna cokelat tua, dan bermotif bunga. Sama seperti warna dan motif bantal.

Tidak banyak aksesoris di sudut ini. Untuk mempermanis tampilan ruang, ditempatkan sebuah vas bunga. Lengkap dengan bunga artifisial berwarna merah muda. Warna bunga sekaligus memberi kesan lebih ceria pada ruangan.

Anda bisa memanfaatkan ruang duduk yang mungil ini untuk beberapa saat menikmati kesendirian. Bersantai sejenak, membaca majalah, atau mendengarkan musik.

Saturday, July 5, 2008

Tiruan yang Tak Kalah Antik

Furnitur antik hasil ulang atau repro banyak ditemui di Jakarta dan kota-kota besar lain. Keberadaannya berawal dari permintaan masyarakat yang tinggi pada furnitur antik. Karena kursi, lemari, meja, dan furnitur antik lain semakin sulit didapat. muncullah permintan furnitur antik repro.

Harga furnitur antik memang selangit. Sebuah lemari antik yang asli itu ada yang sampai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bandingkan dengan yang repro, hanya sekitar Rp10juta - Rp15juta, atau yang ukuran kecil lebih murah lagi, Rp1juta - Rp2jutaan. Tentu tergantung ukuran dan model.

Kini furnitur antik repro makin banyak dilirik konsumen. Pertama, karena harganya yang miring. Kedua, kualitas dan tampilannya tidak kalah menawan dibanding yang asli. Walau begitu, Anda harus jeli memilih. Tak jarang penjual furnitur repro meyakinkan Anda bahwa barang itu antik asli. Padahal kan sebaliknya.

Bagi kalangan yang mengidamkan furnitur berdesain antik, kehadiran furnitur repro tidak terlalu dipersoalkan. Yang penting adalah tampilan yang mendekati aslinya. Persoalannya adalah bagaimana memilihnya agar tidak terkecoh.

Sebenarnya, yang asli dan yang repro dapat dibedakan dari berbagai segi. "Dari segi harga, furnitur repro mempunyai standar rentang harga tertentu, sedangkan yang antik mengikuti selera dan kelangkaan barang," jelas Suryadarma, pembuat sekaligus pedagang furnitur repro di Tirta Kencana Art Shop Ciputat, Jakarta Selatan.

Yang agak sulit adalah membedakan tampilan fisiknya. Ketika menyambangi toko furnitur antik, umumnya kita terkecoh dengan tampilan furnitur repro. Memang hal ini bisa terjadi karena sebagian besar material furnitur repro berasal dari kayu-kayu tua. Dengan sedikit sentuhan, material-material digabungkan menjadi sebuah lemari atau kursi bergaya antik.

Jika tak ingin terkecoh, Anda harus betul-betul mengenal bentuk furnitur antik yang asli. Namun jika Anda menyukai furnitur repro, tak masalah dengan keberadaannya itu, bukan? Hanya pastikan Anda pintar menawar.

Friday, July 4, 2008

Rak Kayu Bernuansa Tradisional

Rak di dapur harus fungsional. Membuat rak seperti ini tak suilt sebetulnya. Yang penting sesuaikan material dan tampilannya dengan konsep desain dapur secara keseluruhan. Yang sederhana bisa menggugah selera.

Kayu menjadi elemen penting dalam menghadirkan dapur alami yang bernuansa tradisional. Warna kayu yang kecoklatan umumnya dipertahankan untuk memberikan kedua kesan itu.

Lemari dapur di samping ini terbuat dari kayu yang warnanya kecoklatan. Warna ini diaplikasikan untuk memberikan kombinasi warna yang cantik antara warna hijau pupus yang juga ada pada dapur ini.

Tanpa pintu, lemari atau yang bisa juga disebut rak ini memiliki empat sekat horizontal yang memiliki ketinggian berbeda. Ini menjadikan rak lebih dinamis dan dapat dipergunakan untuk menyimpan makanan dalam kardus, botol minuman atau bumbu, yang memiliki bentuk dan ukuran berbeda.

Misalnya, sekat bawah difungsikan sebagai tempat bumbu dapur, saus, ataupun wadah penyimpan yang rendah. Sekat tengah merupakan sekat yang paling tinggi. Cocok untuk meletakkan kemasan besar juga tinggi, seperti botol kecap (besar), ataupun hiasan. Sisi teratas cocok untuk meletakkan kemasan karton, bukan kaca. Ini mengingat resiko jika kita mengambil benda ataupun perabot di posisi tinggi.

Thursday, July 3, 2008

Hangatnya Tempat Tidur Etnik

Apa yang diperlukan kamar tidur bukanlah sekadar ranjang dan lampu temaram. Itu jika kita hendak membuat kamar tidur sebagai ruang istirahat, yang bukan sekadar tempat tidur. Kamar tidur dapat dibangun dalam suasana yang dekat dengan kesukaan dan kecintaan pemiliknya. Dengan begitu, setiap kali ke kamar ada perasaan "pulang" kembali ke peraduan.

Tampaknya hal itulah yang diniatkan benar oleh pemilik kamar tidur ini. Aksen etnik plus antik hadir dengan apik karena kedua unsur itu adalah kecintaan pasangan suami-isteri sejak lama.

Ranjang tua dari kayu jati buatan tangan-tangan terampil seolah menyapa dengan hangat berkat sentuhan bed sheet yang serasi. Jendela terbuka di sisi kiri ranjang menerbangkan bau harum dedaunan dari taman samping rumah.

Kamar tidur ini memilih organisasi ruang yang linear. Pintu dua daun menjadi akses ke ruang tidur yang terdiri atas tiga area. Ketiganya adalah area tidur, area mandi dan berdandan, serta area kerja (kini difungsikan sebagai tempat ganti pakaian dan kamar tidur tambahan).

Masing-masing area mempunyai bukaan jendela yang cukup sehingga lumayan terang tanpa bantuan lampu sekalipun. Hanya bagian lorong yang agak temaram. Hal ini teratasi oleh penggunaan penerangan buatan.

Tentu saja tidak seluruh ruang tidur harus berlanggam etnik dan antik. Kamar mandi tetap menggunakan material modern, misalnya shower dan bath up. Demikian pula dengan lantai yang menggunakan marmer coklat muda. Finishing seluruh furnitur yang menggunakan warna pelitur natural menambah kesan hangat pada ruangan.

Wednesday, July 2, 2008

Indahnya Puzzle dari Batu Bali

Menyusun puzzle menjadi satu kesatuan utuh sangat menarik. Apalagi setelah susunan kepingan-kepingan itu tampil menghias dinding rumah. Puas rasanya!


Konsep yang sama bisa kita lakukan pada bagian luar dinding rumah. Ya, mungkin bedanya, kita tak menyusun puzzle dari kertas karton, tapi dari batu bali. Tengok dinding luar rumah ini. Sebagian dinding dilapisi batu Bali, yang disusun ibarat puzzle tadi.

Batu-batu tersebut memiliki bentuk dan ukuran berbeda-beda. Susunannya agak berantakan namun memberi kesan indah. Batu dengan bentuk yang berbeda memunculkan tekstur. Ketidakteraturannya memberi efek dinding yang natural dan dinamis. Sedangkan warna batu yang tidak sama memperlihatkan irama permainan warna. Bongkahan-bongkahan batu Bali akan lebih timbul dan "berwarna" jika mendapat sorotan lampu. Susunannya yang tidak rapi malahan mengesankan permainan irama yang menarik. Tidak kaku dan tidak monoton! Keren, ya.

Bagaimana Membuat
1. Persiapkan dinding. Dinding merupakan bata pasangan 1/2 atau 1 bata polos tanpa plester semen. Bersihkan dinding. Semprot dengan air agar sedikit lembap.
2. Persiapkan batu Bali. Bentuklah batu sesuai dengan ukuran yang diinginkan Gunakan palu atau kampak untuk membentuk sudut. Jika ingin pekerjaan sedikit lebih ringan, pesanlah batu sesuai ukuran dan bentuk yang diinginkan.
3. Siapkan adukan semen-pasir. Dalam adukan itu, perbanyak jumlah semen agar adukan dapat menahan berat batu yang menempel ke dinding nantinya.
4. Tempelkan batu pada dinding. Susun batu satu per satu dan lekatkan menggunakan adukan semen. Lakukan penempelan mulai dari dinding bagian bawah secara horizontal, menerus ke bagian atas.
5. Lakukan finishing. Setelah pemasangan selesai dan semen mengering, bersihkan permukaan batu dari debu dan kotoran semen. Jika ingin, Anda dapat menambahkan coating pada permukaan batu. Proses ini untuk mencegah batu berlumut.

Rombak Rumah agar Anak Bebas Bermain

Rumah mungil akan terasa cukup nyaman bila Anda hanya seorang diri atau berdua menempati rumah tersebut. Namun rumah mungil akan mulai terasa sumpek saat anak-anak Anda mulai tumbuh dan memerlukan tempat yang cukup luas untuknya beraktivitas.

Inilah yang dirasakan pasangan Jhony Heryanto dan Maria Fransisca. Mereka merasa harus memperluas rumahnya karena anak pertamanya sudah mulai bisa berjalan dan memerlukan tempat bermain yang lebih luas dari biasanya. Rumah yang luas asalnya 36 m2 ini akhirnya dikembangkan sehingga menjadi 150 m2 demi sang anak. Selain karena anaknya sudah mulai tumbuh, Maria juga senang membeli barang dari berbagai tempat, dan perlu dibuatkan ruangan yang lebih luas dari yang sudah ada.

Renovasi untuk Anak
“Tujuan utama kami merenovasi adalah untuk anak, karena saat dia bermain mentok ke sana-sini. Kami kasihan melihatnya, makanya kami putuskan untuk merenovasi rumah kami,” kata Maria ketika ditanya tujuan utama perombakan rumah mereka itu. Ya, memang anak adalah segalanya, sehingga apapun itu, bila menyangkut kebutuhan sang anak sebisa mungkin dipenuhi.

Rumah mereka yang terletak di Perumahan Jatijajar Estate, Simpang Depok ini, memang berukuran mungil. Namun mereka beruntung mendapatkan tanah dengan luas yang jauh lebih besar dibandingkan luas rumahnya, yaitu 180 m2. Karena itu, mereka pun cukup leluasa saat mendesain rumahnya. Tanah yang memanjang ke belakang oleh mereka ditambahkan beberapa ruangan yang dirasa perlu, seperti ruang keluarga, kamar tidur tambahan, ruang makan, dan dapur. Di belakang rumah tetap disisakan sebagian kecil tanah, untuk dibuat menjadi taman. Di bagian samping rumah pun dibuat sebuah taman kecil yang diisi kolam. Taman ini juga berfungsi untuk memasukkan sinar matahari dan udara ke dalam rumah.

Renovasi yang dimulai bulan Januari 2006 lalu, selesai cukup cepat, yaitu bulan Maret 2006. Selama rumah mereka direnovasi, keluarga muda ini terpaksa mengungsi ke rumah orang tua di daerah Taman Mini. Dengan perluasan ruang yang cukup banyak tersebut, otomatis sang anak bisa mendapat sebuah kamar tidur sendiri yang terletak di sebelah ruang tamu, juga ruang bermain sang anak bisa lebih banyak lagi.

Tak Puas dengan Pilihan Kontraktor
Awalnya, pasangan ini ingin menggunakan jasa kontraktor yang ditawarkan pada mereka lewat temannya. Namun mereka tak puas dengan kotraktor tersebut. Pasalnya, harga yang ditawarkan jauh melebihi dana renovasi mereka. Selain itu, material bangunan yang dipilih oleh sang kontraktor pun tidak sesuai dengan keinginan mereka. Mereka pun hanya menggunakan jasa sang kontraktor untuk membuat sebuah gambar kerja dari gambaran kasar yang dibuat oleh Jhony. Untuk pembangunan, mereka menyerahkannya pada tukang.

Maria dan Jhony berburu sendiri ke toko-toko bangunan untuk membeli material yang sesuai dengan keinginan mereka, baik dari segi kualitas maupun model dan warna. Alhasil, biaya renovasi dapat ditekan hingga menjadi kurang lebih Rp 100 juta. Dengan biaya sejumlah itu, pasangan ini sudah mendapatkan material yang berkualitas bagus dan juga jasa tukang, yang berjumlah 8 orang.

Ganti Tahun, Ganti Warna
Dinding depan rumah mereka yang sebelumnya berwarna hijau tua, diubah menjadi warna terakota. Perubahan warna ini berdasarkan keinginan sang ibu rumah tangga, yang merasa bosan dengan warna rumah mereka. “Sekalian renovasi, maka saya sekaligus mengubah warna tampak depan bangunan. Lagi pula, kan ganti tahun, ganti warna juga, dong,” ujar Maria. “Namun sebenarnya saya ingin yang lebih ke warna bata, tapi hasil dari cat yang saya beli jadinya lebih ke warna coklat,” tambah Maria dengan nada agak kecewa.

Untuk interior rumah, Maria memutuskan untuk menggunakan warna kuning, sesuai dengan sofa yang sudah dimiliki olehnya. Selain itu, warna ini dipilih juga agar sesuai dengan pernak-pernik bunga matahari yang merupakan kegemarannya.